Jumat, 28 November 2014
Selamat Datang   |      |  
Kompas.com
Jumat, 28 November 2014 | 08:04 WIB
Bentrokan Simpang Pematang
Pemicunya gara-gara Maling Ayam
Yulvianus Harjono | R Adhi KSP | Jumat, 26 November 2010 | 20:54 WIB
|
Share:
KOMPAS/YULVIANUS HARJONO Ratusan warga Desa Wira Bangun, Kecamatan Simpang Pematang, Kabupaten Mesuji, mengungsi di MTs Darul Falah AL-Amin, Jumat (26/11/2010). Mereka enggan kembali ke rumah masing-masing karena takut adanya serangan dari kampung tetangganya di Pematang Panggang, Sumatera Selatan.

MESUJI, KOMPAS.com — Kepala Kepolisian Daerah Lampung Brigjen (Pol) Sulistyo Ishak mengonfirmasi, pemicu bentrokan berdarah yang mengakibatkan tewasnya empat warga di perbatasan Lampung dan Sumatera Selatan adalah diduga akibat kasus maling ayam dengan modus sabung.

Pemicunya sangat sepele, yaitu adanya pencurian ayam. Marilah, ke depannya, kita jangan suka main hakim sendiri. Kalau ada persoalan, jangan emosi. Coba selesaikan secara damai.
-- Sulistyo Ishak

"Pemicunya sangat sepele, yaitu adanya pencurian ayam. Marilah, ke depannya, kita jangan suka main hakim sendiri. Kalau ada persoalan, jangan emosi. Coba selesaikan secara damai," tuturnya, Jumat (26/11/2010).

Kisah tragis ini bermula dari tertangkapnya Hasan, warga Kecamatan Pematang Panggang, Kabupaten OKI, Sumsel. Kebetulan, daerah ini berbatasan langsung—hanya dipisah sebuah sungai—sehingga mobilitas penduduk kedua kampung di perbatasan ini biasa terjadi.

Hasan diduga hendak mencuri ayam jago milik Sulianto dengan modus sabung ayam. Menurut Asep (28), warga Wira Bangun, Hasan diketahui memang pembuat onar, salah satunya sering mencuri dan menyabung ayam. Hasan kemudian terlibat cekcok dengan Sulianto.

Tidak terima dituduh mencuri, Hasan dan temannya lalu membacok Sulianto dan kabur. Mereka lalu dipergoki warga yang marah kemudian menghajarnya hingga tewas. Para pemuda Pematang Panggang yang tidak terima atas tewasnya putra Kepala Desa Rejo Binangun, Kabupaten OKI, ini lalu balas dendam dan menyerang warga Wira Bangun.