Jumat, 19 September 2014
Selamat Datang   |      |  
Kompas.com
Jumat, 19 September 2014 | 12:46 WIB
Rektor ITB: UN Terintegrasi SNMPTN Bisa Dipertimbangkan
Yulvianus Harjono | latief | Rabu, 4 November 2009 | 19:16 WIB
|
Share:

KRISTIANTO PURNOMO/KOMPAS.COM
Ilustrasi: Sebelum-sebelumnya, Joko sempat menolak ide hasil UN dijadikan salah satu parameter penilaian SNMPTN. Alasannya, kata dia, adalah karena persoalan kredibiltas hasil UN itu sendiri. Sebab, sebelumnya banyak diberitakan persoalan kecurangan di dalam pelaksanaan UN.

TERKAIT:

BANDUNG, KOMPAS.com - Rektor Institut Teknologi Bandung (ITB) Djoko Santoso mengatakan, ide agar Ujian Nasional (UN) dijadikan salah satu paramater penilaian dalam Seleksi Nasional Masuk Perguruan Tinggi Negeri (SNMPTN) bisa dipertimbangkan. Asalkan, faktor kejujuran dan kredibilitasnya bisa dijamin.

"Akan kita pertimbangkan, jika itu yang diinginkan," tuturnya ketika ditemui di sela-sela seminar yang menghadirkan pembicara BJ Habibie, Rabu (4/11).

Menurutnya, di ITB, penerapan hasil UN dijadikan sebagai parameter di dalam proses seleksi calon mahasiswa baru bukanlah hal yang asing. "Di seleksi jalur Kemitraan Nusantara hal itu sudah dilakukan. Plus, dengan nilai rapor," ungkapnya.

Kemitraan Nusantara adalah jalur seleksi khusus di ITB yang menjaring putra-putra daerah terbaik dengan mekanisme beasiswa dari pemda. Namun, ucapnya, yang perlu ditekankan adalah aspek kejujuran dari peserta UN sendiri.

Sebelum-sebelumnya, Joko sempat menolak ide hasil UN dijadikan salah satu parameter penilaian SNMPTN. Alasannya, kata dia, adalah karena persoalan kredibiltas hasil UN itu sendiri. Sebab, sebelumnya banyak diberitakan persoalan kecurangan di dalam pelaksanaan UN.

Ide dijadikannya hasil UN sebagai salah satu penilaian SNMPTN ini pernah dikemukakan oleh Departemen Pendidikan Nasional (Depdiknas). Pemerintah menargetkan hal tersebut bisa berlaku selambat-lambatnya pada 2010 mendatang.

Sumber :
Kompas Cetak